disampaikan oleh : Kyai Rofiq
Pernah suatu ketika Nabi Muhammad SAW ditanya oleh seseorang (yang ternyata adalah Malaikat Jibril) mengenai Islam Iman dan Iksan. Pertanyaan ini adalah sebagai pengajaran kepada para sahabat kala itu.
Nabi menjawab tentang Islam adalah menurut rukun Islam yang lima (syahadat, salat, zakat, puasa dan haji).
Iman adalah menurut rukun Iman yang enam. Sedangkan Iksan adalah tatacara ibadah seolah kita melihat Allah, namun apabila tidak mampu maka seolah-olah Allah-lah yang melikat kita.
Seperti buah, ketiga unsur tersebut dapat diibaratkan seperti kulit, buah dan rasa. Yang mana ketiganya tak boleh terpisahkan. Apabila hilang dua yang pertama maka dapat diduga orang tersebut kafir. Sedangkan orang yang beranggapan dari iman saja (kebatinan) maka dapat diartikan sebagai kafir zindiq. Apabila belum iksan akan mengakibatkan kurangnya nilai dalam beribadah.
Mengenai syahadat, dapat diperinci kedalam tiga unsur yaitu diucap, disadari dan dipahami. Pemahaman akan arti penting syahadat akan membawa pelakunya melaksanakan konsekuensi pengucapannya, yaitu bertujuan hidup untuk melaksanakan perintah Allah SWT dan mengikuti segala sunah Rasulullah.
Didalam kitab Hikam, menjelaskan bahwa salat itu dibagi tiga. yaitu Iqomussalat yang berarti menegakkan salat dengan cara mengucapkan (lisan), menghadapkan wajah ke kiblat, dan menundukkan hati untuk tetap bertafakur (berdzikir) kepada Allah SWT.
selanjutnya yang kedua adalah Ijjadussalat (yaitu mewujudkan salat dalam lisan dan wajah), sedangkan yang paling parah adalah i'damussalat yang berarti meniadakan salat. Sebagai upaya agar mampu kedalam derajat pertama (Iqomussalat) adalah dengan makan makanan yang halal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
semarat